Sri Mulyani Akhirnya ‘Cicipi’ Mobil Baru


<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3db6179′ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta – Setelah lama malu-malu menggunakan mobil dinas baru, Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya ‘unjuk gigi’ dengan mobil dinas barunya yang bermerek Toyota Crown Royal Saloon. Mobil ini terlihat di depan Gedung Direktorat Jenderal Pajak, saat dirinya menggelar rapat pimpinan Kementerian Keuangan, Senin (5/4/2010).

Menurut beberapa sumber yang ditemui detikFinance, mobil dinas baru ini telah digunakan Sri Mulyani sejak pekan lalu. Namun, sejak berbagai kasus miring di Kementerian Keuangan mencuat, mobil senilai Rp 1,3 miliar ini lebih sering ‘nongkrong’ di basement kantornya, sehingga tidak terlihat pantauan wartawan.

Apalagi sejak pekan lalu, Sri Mulyani bertolak ke London untuk menghadiri pertemuan mengenai Climate Change dalam forum dewan penasihat PBB hingga Kamis.

Mobil baru Sri Mulyani ini menggunakan pelat nomor B 1189 RFS. Saat rapat berlangsung, kendaraan baru nan kinclong ini setia menunggu majikannya di depan gedung baru DJP.

Sejak pagi, pengamanan di Gedung Utama Kantor Pusat Ditjen Pajak, tempat rapat ini digelar, sangat ketat. Bahkan, para wartawan yang ingin memasuki gedung ini pun dihalau oleh petugas keamananan. Beberapa petugas keamanan juga tampak mengusir pewarta televisi yang mencoba mengambil gambar aktivitas gedung Ditjen Pajak.

“Rapatnya sangat tertutup, jadi dilarang masuk gedung,” kata salah seorang petugas keamanan, di kantor pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (5/4/2010).

Kasubdit Humas Direktorat Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Richard Burton mengatakan, rapat ini merupakan rapat rutin yang dilakukan oeh seluruh pejabat eselon II, eselon III di jajaran Ditjen pajak.

“Rapat rutin saja. Nggak tahu juga ngomongin Gayus atau nggak,” ujar Richard.

Sejak kasus Gayus Tambunan mencuat, kantor Ditjen Pajak selalu menjadi sasaran para pemburu berita. Setiap harinya, kantor ini selalu ramai disambangi para wartawan dari berbagai media.
(dnl/qom)