Manfaat Racun Lebah untuk Penyembuhan Demensia

Lebah membangun sarangnya

Sudah banyak bukti bahwa lebah bermanfaat bagi kesehatan, tidak hanya madu yang bernilai gizi tinggi, bahkan racunnya pun bisa untuk pengobatan, seperti apiterapi yang telah dipraktikkan ribuan tahun.

Bahkan pada Konferensi Terapi Akupunktur Sengatan Lebah Sedunia ke-II di Nanjing, Cina, September 1993, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui terapi lebah bisa digunakan sebagai alternatif pengobatan.

Para ilmuwan modern pun tertarik untuk meneliti racun ini. Baru-baru ini, para ilmuwan Belgia meneliti racun yang diekstrak dari racun lebah madu, yang potensial untuk pengobatan dalam rangka mengurangi gejala seperti distrofi otot (kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir), depresi, dan demensia.

Apamin, racun peptida alami yang ditemukan dalam racun lebah, sudah terkenal berkat kemampuannya  memblokir satu jenis saluran ion yang memungkinkan arus berkecepatan tinggi dan selektif mengeluarkan ion potasium dari saraf. Menghalangi saluran di otak ini menyebabkan saraf menjadi sangat mudah dirangsang (hyperexcitable), memperbaiki belajar,  yang memiliki implikasi untuk pengobatan demensia dan depresi. Selain itu, suntikan apamin bisa memperbaiki gejala yang dialami penderita distrofi otot miotonik (MD).

Sampai saat ini, mekanisme yang tepat yang dilakukan apamin kurang dipahami. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Biological Chemistry, dua tim dari Universitas Bristol dan Universitas Liege di Belgia menggambarkan hasil kerja mereka mengenai saluran ion kalium KCa2 ini, yang disebut juga saluran SK.

Menggunakan model komputer dan pendekatan genetik, para peneliti mampu mengetahui dengan tepat di mana apamin mengikat untuk memblokir saluran tersebut. Yang mengejutkan dari temuan ini, apamin mengikat jauh dari saluran pori, dan menyebabkan bentuk saluran berubah melalui sebuah mekanisme ‘alosterik’, sehingga terblokir.

Profesor Vincent Seutin, dari Universitas Liège, mengatakan, “Saya sangat antusias tentang hasil penelitian kami.” Ia percaya bahwa, dengan bantuan sepotong informasi ini, mengarahkan saluran ini untuk pengembangan obat di masa depan, bisa lebih mudah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: